Publication Detail

Journal/Magazine : Jurnal Respirologi Indonesia; 2014; 34; 26-35
Komplikasi pemasangan kateter toraks pada berbagai penyakit pleura
Author : Adi Rosadi, Boedi Swidarmoko, Pudjo Astowo
Departemen :Pulmonology and Respiratory Medicine, Level : National, Article Category : research
Medical Writer : yes, Research Type : clinic
Abstract

Latar belakang:  Pemasangan kateter toraks merupakan tindakan invasif yang relatif sederhana tetapi banyak aspek harus diperhatikan diantaranya diagnosis penyakit pleura, tempat pemasangan, ukuran/jenis kateter dan teknik pemasangan dan komplikasi.  Survei tentang pemasangan kateter toraks dan komplikasinya pada berbagai penyakit pleura belum pernah dilakukan di Indonesia.  

Metode : Penelitian prospektif dilakukan di RS Persahabatan sejak Juli 2007 dengan subjek semua pasien dewasa dengan penyakit pleura yang memerlukan pemasangan kateter toraks. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sejak dilakukan pemasangan kateter toraks sampai kateter dilepaskan dan dievaluasi berbagai aspek terkait kateter toraks tersebut.

Hasil : Sebanyak 43 kasus pemasangan kateter toraks terjadi selama 10 bulan. Sebagian besar (48,8% ) indikasi pemasangan adalah pneumotoraks. Teknik terbanyak pemasangan kateter toraks adalah menggunakan kateter nelaton dengan trokar  dan ukuran terbanyak yang digunakan 20F. Lokasi terbanyak pemasangan adalah di sebelah kanan (55,8%) dan di daerah segitiga aman (43,6%). Komplikasi  reexpansion pulmonary edema terjadi pada 1 kasus. Rata-rata pemasangan kateter toraks sampai dilepaskan adalah  17,3±11,3 hari. Mortalitas karena pemasangan kateter toraks 2,3% (1/43) dan karena penyakit dasarnya  16,3% (7/43) dengan penyebab terbanyak adalah gagal napas (50%).

Kesimpulan : Pemasangan kateter toraks terbukti aman dan berhubungan dengan komplikasi yang minimal dan hanya 1 komplikasi yang fatal.

Link : http://jurnalrespirologi.org/