Detail Research Data


Data Doctoral/PhD
Research Title Mekanisme Molekuler Gagal Jantung pada Tikus yang diinduksi Hipoksia sistemik : Peran Hypoxia-Inducible factor-f dalam regulasi ekspresi gen B-Type natriuretic peptide 45
Kaji Etik Pass Number
Kaji Etik Pass Date 01 Januari 2008
Focus Degenerative Diseases and Aging
Principal Investigator - Frans Ferdinal -
Departement Biomedic
Category Biomedic
Research Date 01 Januari 2008
Research Object Hewan
Fund Source Mandiri
Level Penelitian Doctoral/PhD
Abstract

Walaupun banyak kemajuan dicapai dalam pengobatan penyakit kardiovaskuler, namun morbiditas dan mortalitas gagaj jantung (GJ) tetap meningkat, sehingga menjadi maasalah kesehatan utama. Hipertrofi ventrikel yang terjadi sebagai respon terhadap stress kardia, oleh stimuli hemodinamik dan neurohormonal, mulanya bersifat adaptasi-kompensasi, akan tetapi bila berkelanjutan berubah menjadi mal-adaptasi dan menuju GJ.
Salah satu respons spesifik jantung terhadap stress kardiaadalah peningkatankadar BNP plasma, yang membantu jantung dalam menghadapi beban yang meningkat. Konsentrasi BNP plasma berhubungan erat dengan disfungsi ventrikel, sehingga digunakan sebagai biomarker GJ. Walau aplikasi klinik BNP sudah luas, pengetahuan biokimia dan molekulernya jauh dari sempurna dan regulasi ekspresinya belum jelas. Dilain pihak hipoksia kronik merupakan strea lingkungan yang berat, semua organisme mengindera dan respons agar dapat beradaptasi. Pada tingkat molekuler, ini dilakukan melalui perubahan ekspresi gen. Upregulation HIF-1 merupakan fenomena utama pada hipoksia, lebih dari 100 gen di bawah kendalinya, akan tetapi BNP bellum ada laporannya. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti, disamping itu diteliti, disamping itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model GJ-hipoksia. Hewan coba tikus dibagi menjai 7 kelompok (n-4 per kelompok) diberikan perlakukan dalam sungkup-hipksia (8%O2), masing-masing selama 1,3,7,14,21 dan 28 hari, sedangkan kelompok control, normoksia (O2 atmosfir). Hasil: Hipertrofi ventrikel dan kardiomiosit, disertai kerusakan struktur ID, nekrosis, apoptosis dan fibrosis sebagai tanda terjadinya remodeling ventrikel. Kenaikan konsentrasi BNP-45 plasma dan mRNA BNP yang mencolok disbanding control, serta peningkatan aktivitas factor transkripsi HIF-1. Kesimpulan : Hipoksia sistemik kronik, menyebabkan: hipertofi ventrikel dan kardiomiosit disertai kerusakan struktur, sehingga akhirnya mengakibatkan Gagal Jantung. Terjadi pula perubahan ekspresi gen, baik tingkat transkripsi maupun pascatranskripsi.