Detail Research Data


Data Doctoral/PhD
Research Title Perubahan Konsentrasi Interleukin 6 (IL-6) dan Titer Auto Antibodi Antitrombosit pada pasien DHF dengan Trombositopenia
Kaji Etik Pass Number
Kaji Etik Pass Date 01 Januari 2008
Focus Infectious Diseases
Principal Investigator - Andika -
Promotor Moh sadikin
Departement Biochemistry and Molecular Biology
Category Biomedic
Research Date 01 Januari 2008
Research Object Manusia
Fund Source Mandiri
Level Penelitian Doctoral/PhD
Abstract

Latar Belakang. Infeksi Dengue oleh Flavivirus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Trornbositopenia merupakan manifestasi klinik tersering yang dijumpai pada pasien depgan infeksi DV sekunder. Namun patomekanisme penghancuran trombosit belum dipahami sepenuhnya. Studi terbaru menunjukkan adanya reaksi silang (molecular mimicry) antara anti-NSl VD dan matriks protein serta molekul adhesi di permukaan trombosit menjadi penyebab terjadinya trombositopenia. Reaksi silang tersebut menyebabkan aktivasi dan peningkatan akselerasi klirens trombosit oleh fagosit yang diperantarai komplemen. Namun demikian hingga kini protein spesifik mana yang menjadi target anti-NS1, dan apakah paparan anti-NS1 secara in vivo dapat menyebabkan trombositopenia belum diketahui. Mekanisme molecular mimicry antara antibodi terhadap virus dan GP IIb/IIIa pada infeksi virus diketahui menjadi penyebab utama terjadinya trombositopenia otoimun. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah reaksi imun antara antibodi anti-NSl VD dengan trombosit merupakan salah satu mekanisme terjadinya trombositopenia pada infeksi Dengue sekunder. Metodologi. Disain penelitian ini adalah studi kasus-kontrol (case control study) yang dilakukan di Divisi Hematologi dan Onkologi Medik, Departemen llmu penyakit Dalam FKUI, Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler FKUI dan Institute for Clinical Immunology and Transfusion Medicine. Department of Immunohematology. Justus Liebig University, Germany. Penelitian dilaksanakan selama Januari 2007 hingga Maret 2008 dengan subjek penelitian penderita Dengue sekunder yang rnemenuhi kriteria WHO 1997 untuk demam berdarah dan uji serologi rapid immunochromatography menunjukkan hasil IgG (+) yang diambil secara berurutan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining antibodi anti-trombosit dengan teknik platelet ELISA, deteksi anti-NSl VD memakai ELISA fase padat, karakterisasi target antigen GP IIb/IIIa dengan teknik MAIPA (Monoclonal antibody immobilization platelet antigen assay). Uji konfirmasi antigen target dilakukan dengan imunopresipitasi. Uji reaksi silang dilakukan terhadap serum dengan anti GP Ilb/llla (+), dengan melakukan preabsorpsi menggunakan protein NSl, dilanjutkan dengan immunopresipitasi terhadap glikoprotein trombosit. Untuk mernbuktikan bahwa antibodi yang terbentuk pada infeksi Dengue menyebabkan hancurnya trombosit secara in vivo, dilakukan uji klirens trombosit menggunakan mencit NOD/SCID yang telah disuntikkan trombosit manusia normal dan dipaparkan dengan IgG serum penderita yang sudah dipurifikasi. Hasil Penelitian. Pada 57 subjek penelitian (26 pasien dengan hitung trombosit <50.000/pL dan 31 pasien dengan hitung trombosit > 50.000/µL) dengan rentang usia 12 sampai 60 tahun didapatkan manifestasi perdarahan berupa perdarahan kulit 11 pasien (19,3%), menstruasi pasien (8,8%), perdarahan gusi 4 pasien (7,0%), epistaksis 1 pasien (1,8%), perdarahan saluran cerna 1 pasien( 1,8%) dan hematuria1 pasien (1,8%). Penurunan hitung tromtrosit mencapai nadir yang diikuti dengan puncak aktivitas antitrombosit terjadi pada hari ke-5 sejak demam. Anti Dengue didapatkan pada semua serum pasien, 56/57 pasien (97%) membentuk IgG anti-NSl. Sebanyak l8/57 (31,6%) pasien membentuk antib'odi terhadap GP IIb/llIa dengan intensitas ringan sampai sedang.20/33( 60,6%) serum dengan anti-GP Ilb/llla positif menunjukan kesesuaian hasil pada imunopresipitasi. Uji preabsorbsi dengan pemberian protein NS1 pada serum dengan anti GP IIb/lIIa positif menyebabkan berkurangnya intensitas pita GP IIb/lIIa. Pada penyuntikan serum pasien dengan anti-NS I dan anti-GP llb/Illa positif pada mencit NOD/SCID menyebabkan peningkatan secara bermakna klirens trombosit (>80%). Hasil yang sama didapatkan pada penyuntikan anti HPA-1a pada mencit. Kesimpulan. IgG anti-NS1 VD yang terbentuk pada infeksi Dengue sekunder, bereaksi silang dengan GP IIb/IIIa yang menginduksi peningkatan destruksi trombosit, menyebabkan terjadinya trombositopenia. Kata Kunci. Infeksi sekunder Dengue, anti-NSl virus Dengue, anti-GP IIb/IIIa, trombositopenia.