Detail Research Data


Data Master
Research Title Hubungan Accu Zuur dan berbagai faktor resiko dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada pekerja bengkel mobil
Kaji Etik Pass Number 2064
Kaji Etik Pass Date 19 Juni 2009
Focus Others (-)
Principal Investigator dr Tara Lestari
Pembimbing
Departement Occupational Medicine
Category Biomedic
Research Date 19 Juni 2009
Research Object Manusia
Fund Source Mandiri
Level Penelitian Master
Abstract

Latar Belakang

Kulit adalah organ tubuh terluar dengan fungsi utama sebagai sawar tubuh. Kulit merupakan organ pemisah antara bagian dalam tubuh dengan lingkungan diluar tubuh, oleh karena itu kulit sering terpajan dengan bahan yang berasal dari lingkungan termasuk tempat kerja. Penyakit kulit akibat kerja terbanyak adalah dermatitis kontak. Terdapat dua jenis dermatitis kontak, yaitu dermatitis iritan (DKI) dan dermatitis kontak alergika (DKA). DKI merupakan jenis terbanyak (80%), dengan penyebab utama adalah bahan kimia. Accu zuur (H2SO4pekat) adalah contoh iritan kuat yang dapt menimbulkan DKI pada pekerja bengkel mobil. prevalensi DKI akbiat pajanan accu zuur pada pekerja bengkel belum diketahui pasti, DKI dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui prevalensi dermatitis kontak iritan pada pekerja bengkel dan berbagai faktor lain yang berhubungan.

 

Metode

Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Jumlah responsen 100 orang yang terdiri atas 50 orang teknisi dan 50 orang non-teknisi. Data diperoleh melalui wawancara, pengisian kuesioner dan pemeriksaan finis. analisis data dilakukan dengan uji bivariat menggunakan uji chi square dan Fisher exact test.

 

Hasil

Pada penelitian didapatkan prevalensi DKI sebesar 2% dan prevalensi yang pernah mengalami riwayat DKI subjektif sebesar 64%. Didapatkan perbedaan bermakna riwayat DKI subjektif antara pekerja teknisi dan non teknisi (OR 11,0:CI 3,0-33,5); antara pekerja yang tidak bekerja sesuai SOP dengan yang sesuai dengan SOP (OR 5; CI 1,37-18,35); serta antara pekerja yang kebersihan dirinya tidak baik dengan pekerja yang kebersihan dirinya baik (OR 0,609; CI 0,517-0,717). Tidak didapatkan perbedaan bermakna riwayat DKI subjektif antara pemakaian alat pelindung diri (APD) sarung tangan yang tebuat dari bahan kain dengan pekerja yang tidak memakai. Faktor endogen, antara lain umur dan riwayat alergi tidak berhubungan bermakna dengan riwayat DKI subjektif. Demikian pula faktor eksogen, yaitu lama kerja, masa kerja, tingkat pendidikan tidak berhubungan bermakna dengan riwayat DKI subjektif.

 

Kesimpulan

Prevalensi DKI pada pekerja bengkel mobil di jakarta sebesar 2% dan prevalensi riwayat DKI subjektif sebesar 64%. Pekerja teknisi yang semuanya pria berisiko mengalami DKI akibat pajanan accu zuur dan APD sarung tangan yang terbuat dari bahan kain tidak dapat melindungi pekerja dari pajanan accu zuur. Bekerja sesuai SOP dapat mencegah terjadinya DKI. Kebersihan diri merupakan faktor proteksi. Disarankan APD sarung tangan bahan kain diganti dengan bahan yang dapat melindungi pekerja terhadap pajanan accu zuur. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat agar para pekerja melaksanakan kerja sesuai SOP, serta kebersihan diri perlu ditingkatkan.

 

Kata Kunci

alat pelindung diri, dermatitis kontak iritan, pekerja bengkel mobil, zuur