Detail Research Data


Data Doctoral/PhD
Research Title Iron homeostasis and pro-hepcidin in thalassemia
Kaji Etik Pass Number
Kaji Etik Pass Date 30 Desember 1899
Focus Genetic Disease
Principal Investigator SpPK(K) Ina Susianti Timan Dr.dr.
Departement Clinical Pathology
Category Biomedic
Research Date 10 Januari 2007
Research Object Others
Fund Source Mandiri
Level Penelitian Doctoral/PhD
Abstract

Pendahuluan : Talasemia adalah suatu kelainan bawaan yang ditandai dengan gangguan sintesis hemoglobin akibat berkurang atau hilangnya pembentukan satu atau lebih rantai globin. Pada talasemia  mayor terjadi gangguan pembentukan rantai  globin yang kemudian akan terjadinya anemia berat dan peningkatan aktivitas eritropoiesis yang inefektif. Aktivitas eritropoiesis memacu peningkatan absorpsi besi di usus sehingga akan terjadi kelebihan muatan besi tubuh. Pemberian transfusi darah berulang secara berkala mempercepat terjadinya hemokromatosis sekunder. Terjadi peningkatan besi bebas non transferin bound iron (NTBI) yang bersifat toksik dan dapat menyebaban gangguan berbagai organ tubuh seperti jantung, hati, kelenjar endokrin dan organ pada sistem saluran cerna. Pada talasemia terjadi gangguan homeostasis besi yang diatur oleh hepsidin sebagai regulator absorpsi besi melalui enterosit.

Tujuan : Menganalisis akibat hemokromatosis pada talasemia dilihat dari status NTBI dan hepsidin terhadap fungsi saluran cerna. (1) Menganalisis apakah dapat menimbulkan penurunan aktivitas elastase-1 pankreas; (2) Menganalisis apakah dapat menimbulkan gangguan aktivitas laktase; (3) Menganalisis korelasi antara saturasi transferin dengan elastase dan laktase; (4) Menganalisis korelasi antara NTBI dengan elastase dan laktase; (5) Menganalisis ekspresi hepsidin pada keadaan peningkatan eritropoiesis disertai hemokromatosis.

Bahan dan cara : Penelitian ini merupakan studi cross sectional untuk menganalisis pengaruh kelebihan besi tubuh baik yang terikat protein (saturasi besi, feritin) maupun besi bebas (NTBI) terhadap fungsi dan integritas usus halus dinilai dari aktivitas laktase sebagai rasio laktosa laktulosa serta fungsi pankreas yang dinilai dari elastase E-1 pankreas. Selain itu juga untuk menganalisa ekspresi hepsidin pada keadaan kelebihan besi disertai adanya anemia berat. Subyek penelitian adalah 108 penderita talasemia yang telah mendapat transfusi berulang, sebagai kontrol adalah 86 penderita talasemia yang belum mengalami hemokromatosis. Dilakukan penelitian pendahuluan pada 20 subyek sehat untuk mendapatkan nilai rujukan laktase yang dihitung dari rasio laktosa laktulosa.

Hasil penelitian : Dari hasil analisis terhadap kelompok penderita talasemia dengan hemokromatosis dan kelompok penderita talasemia tanpa hemokromatosis sebagai kontrol, dijumpai adanya penurunan bermakna pada elastase E-1 pankreas kelompok hemokromatosis. Tidak dijumpai adanya perbedaan secara statistik pada aktivitas laktase kelompok hemokromatosis dan kontrol. Tetapi dijumpai adanya perbedaan aktivitas laktase dan ekskresi laktulosa pada kelompok subyek sehat dibandingkan kelompok talasemia baik dengan hemokromatosis maupun tanpa hemokromatosis. Dijumpai adanya korelasi negatif bermakna antara saturasi tranferin dan NTBI terhadap elastase E-1 pankreas. Tidak dijumpai adanya korelasi bermakna antara saturasi tranferin dan NTBI terhadap aktivitas laktase. Dijumpai adanya ekspresi hepsidin sebagai rasio hepsidin/feritin yang rendah secara bermakna pada kelompok hemokromatosis, dan terdapat korelasi negatif bermakna antara rasio hepsidin/feritin dengan parameter besi (saturasi transferin dan NTBI) dan aktivitas eritropoiesis. Kesimpulan : Pada penderita talasemia dengan hemokromatosis terjadi insufisiensi eksokrin pankreas. Penderita talasemia baik dengan atau tanpa hemokromatosis memperlihatkan adanya penurunan aktivitas enzim laktase dan perubahan integritas usus halus bila dibandingkan dengan kelompok subyek sehat. Ekspresi hepsidin sebagai rasio hepsidin/feritin secara bermakna lebih rendah pada kelompok penderita talasemia dengan hemokromatosis, tidak sesuai dengan keadaan kelebihan besi tubuh yang terjadi.

 Kata kunci : talasemia, hemokromatosis, saturasi transferin, feritin, NTBI, hepsidin, elastase E-1 pankreas, laktase.