Detail Research Data


Data Doctoral/PhD
Research Title Enteropati Hilang Protein pada anak dengan diare akut: suatu pendekatan diagnostik dan penatalaksanaan
Kaji Etik Pass Number
Kaji Etik Pass Date 28 Januari 2007
Focus Infectious Diseases
Principal Investigator Diana aulia
Promotor Prof.Dr.dr. Agus Firmansyah SpA(K)
Departement Clinical Pathology
Category Biomedic
Research Date 28 Januari 2007
Research Object Manusia
Fund Source Mandiri
Level Penelitian Doctoral/PhD
Abstract

Pendahuluan : diare akut pada bayi dan anak masih merupakan salah satu masalah kesehatn masyarakat utama di indonesia. penyebabnya dapat berupa infeksi virus, bakteri atau parasit,a tau non infeksi disebabkan faktor alergi komponen makanan, keracunan serta maldigesti dan malabsorpsi nutrien. gangguan gizi (malnutrisi) terjadi karena anoreksia, malabsorpsi nutrien akibat kerusakan mukosa usus dan peningkatan katabolisme protein akibat infeksi. malnutrisi menyebabkan atrofi mukosa usus halus sehingga terjadi malabsorpsi serta keluarnya protein endogen melalui lumen usus yang dikenal sebagai enteropati hilang protein (EHP).

tujuan: mencari proporsi, faktor risiko dan dampak terjadinya EHP pada anak dengan diare akut. (1) mengetahui proporsi patogen penyebab diare akut pada terjadinya EHP; (2) mengetahui berapa lama EHP berlangsung pada anak dengan diare akut; (3) mencari faktor risiko untk terjadinya EHP pada anak dengan diare akut; (4) mengetahui adakah perbedaan rerata kadar prealbumin pada anak dengan diare akut yang disertai EHP dan tanpa EHP; (5) mengetahui efek pemeberian diet tingi protein pada anak dengan diare akut yang disertai EHP terhadap rerata peningkatan kadar protein tubuh (prealbumin dan albumin)

bahan dan cara kerja : penelitian tahap pertama adalah penelitian potong lintang untuk mengetahui proporsi EHP, patogen penyebab, faktor risiko dan kadar protein tubuh, dan dilanjutkan dengan penelitian eksperimental untuk mengetahui lamanya EHP serta efek pemberian diet tinggi protein. penelitian dilakukan di Rumah sakit umum daerah budhi asih dan koja, laboratorium departemen patologi klinik FKUI-RSCM, Jakarta, November 2007 sampai dengan februari 2008, pada anak diare akut usia 6 bulan sampai 24 bulan

Hasil penelitian: pada 127 penderita diare akut dijumpai adanya 95(78,4%) anak dengan EHP. rerata lama terjadinya EHP adalah 6.,75 hari dengan rentang nilai antara 3-14 hari. proporsi rotavirus sebagai patogen diare akut 52,8% sedangkan proporsi E.coli 32,6%. infeksi rotavirus lebih sering menyebabkan EHP dibandingkan denan diare karena E.coli. terdapat korelasi negatif bermakna antara rasio xilosa terhadap berat badan dan berat badan. kadar prealbumin serum kelopok EHP lebih rendah secara bermakna dbandingkan dengan non-EHP. pemeriksaan serial penelitian eksperimental pada kelompok EHP, terdapat kenaikan prealbumin dan albumin pada hari ke 14, sedangkan pada non-EHP tidak. efek pemberian suplementasi protein modular 4g/kgBB, rerata prealbumin, albumin , dan berat badan, pada hari ke 14 kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (protein 2g/kgBB). terdapat korelasi sedang antara jumlah protein yang diberikan dengan presentase kenaikan kadar prealbumin dan albumin, serta dapat memberikan gambaran untuk memperhitungkan kenaikan presentase kenaikan prealbumin dan albumin sebagai berikut : y=0,0586x-6,9463 dan y=0,0196x-4,706. rerata lama terjadinay EHP kelompok perlakuan (3,3 hari) lebih pendek dibandingkan dengan kontrol (6,75 hari)

simpulan dan saran : EHP dijumpai pada 74,8% anak diare akut, dengan penyebab tersering rotavirus. rerata lama terjadinya EHP adalah 6,75 hari dengan rentang nilai antara 3-14 hari. hasil uji xilosa yang abnormal merupakan faktor risiko terjadinya EHP. prealbumin kelompok EHP lebih rendah dibandingkan kelompok non-EHP. suplementasi tinggi protein meningkatkan kadar prealbumin, albumin serum, dan kenaikan berat badan pada hari ke-14. pada kelompok perlakuan diberi diet protein tinggi (4g/kgBB) untuk mencegah terjadinya hipoalbuminemia yang dapat menyebabkan terjadinay malnutrisi sehingga akan menyebabkan gangguan gizi pada anak tersebut. pemberian diet protein tinggi pada anak pasca diare akut, ganggua tumbuh kembang akibat malnutrisi dapat dicegah.

kata kunci : enteropati hilang protein, alfa-1 antitripsi tinja, suplementasi protein