Detail Research Data


Data Resident (PPDS)
Research Title Hubungan stigma dan kualitas hidup caregiver penderita skizofrenia Rawat Jalan di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang
Kaji Etik Pass Number 3024
Kaji Etik Pass Date 16 Januari 2008
Focus Urban Health Studies
Principal Investigator dr Lylayuveri
Pembimbing 1 dr. Suryo Dharmono SpKJ(K)
Pembimbing 2 Prof.dr. Sasanto Wibisono SpKJ(K)
Departement Psychiatry
Category Clinic
Research Date 16 Januari 2008
Research Object Manusia
Fund Source Mandiri
Level Penelitian Resident (PPDS)
Abstract

Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa berat yang perjalanan penyakitnya berlangsung kronis. Prevalensinya pada populasi umum di berbagai negara berkisar antara 1-1.3%. Di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang penderita gangguan jiwa dengan diagnosis skizofrenia menduduki peringkat pertama dengan rata-rata kunjungan perbulan 1.400 pasien yang merupakan 75% dan total kunjungan pertahun.

Penderita skizofrenia umumnya mengalami hendaya yang nyata pada taraf kemampuan fungsionalnya sehari-hari sehingga cendemng memerlukan bantuan dan pertolongan pada pihak lain khususnya pada anggota keluarga maupun relasi lainnya yang peduli terhadapnya (care giver ).

Stigma yang muncul pada penderita skizofienia sangat kuat sehingga penderitas sering dikucilkan, dipasung atau dibawa berobat ke dukun dan paranormal. Selain penderita, keluarga sebagai caregiver mengalami kehilangan harga diri, isolasi yang berlebihan, kecemasan, depresi, merasa dipermalukan dan disalahkan karena mempunyai anggota keluarga penderita skizofrenia. Efek psikologis dan masala psikososial yang ditimbulkan oleh stigma mempengaruhi kualitas hidup dari
keluarga terutama caregiver.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, perlu dilakukan penelitian untuk
mengetahui hubungan stigma dan kualitas hidup caregiver penderita skizofrenia.
Penelitian ini berbentuk studi potong lintang terhadap 105 caregiver penderita
skizofrenia yang berobat jalan di Rumah Sakit Emaldi Bahar Palembang pada bulan
September 2007 - Desember 2007. Stigma diukur dengan menggunakan SI dari
SCAN, kualitas hidup diukur denganm enggunakanW HOQOL-BREF. Analisis data
dengan menggunakan uji korelasi Pearson.

Hasil penelitian didapatkan hubungan antara stigma dengan kualitas hidup
caregiver. Semakin meningkat stigma semakin menun kualitas hidup caregiver.
Respon stigma yang sering dialami adalah perasaan sedih dan tertekan karena
kenyataan memiliki anggota keluarga penderita skizofrenia".

Kata kunci : skizofrenia, stigma, kualitas hidup caregiver